Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2016
1741524164996
PROPOSAL
Bidang Kajian: Manajemen Keuangan
Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah metodologi penelitian
Program Sarjana Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
Disusun oleh:
SITI NURJANAH
NPM: 114020332
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON
2017
(Terakreditasi BAN-PT)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian yang berjudul “Analisis Current Ratio (CR) dan Return On Assets (ROA) Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2016”. Proposal Penelitian ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliah Metodologi Penelitian.

Penulis dalam menyusun proposal penelitian ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak karena itu dari hati yang paling dalam, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan penulis kepada :
Kartono, SE., M. Si. selaku dosen mata kuliah metodologi penelitan.

Seluruh keluarga besar yang selalu memberikan doa dan dukungan kepada penulis.
Teman-teman manajemen i atas keceriaan dan semangat yang mereka berikan.

Semua sahabatku terima kasih atas dukungan dan bantuan yang begitu besar dalam penyelesaian proposal penelitian ini.

Kekasihku Yordan Sampe, ANT IV yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang kepadaku, dari awal pembuatan proposal penelitian ini hingga selesai dibuat.

Tidak lupa ucapan terima kasih untuk semua pihak yang tidak dapat penulis ungkapkan satu per satu.

Akhir kata semoga proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan rendah hati dan lapang dada penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun.

Cirebon, November 2017
Penulis
DAFTAR ISI TOC o “1-3” h z u KATA PENGANTAR PAGEREF _Toc502406081 h iDAFTAR ISI PAGEREF _Toc502406082 h iiDAFTAR TABEL PAGEREF _Toc502406083 h ivDAFTAR GAMBAR PAGEREF _Toc502406084 h vBAB IPENDAHULUAN PAGEREF _Toc502406085 h 11.1Latar Belakang Penelitian PAGEREF _Toc502406086 h 11.2Identifikasi Masalah PAGEREF _Toc502406087 h 31.3Maksud dan Tujuan Penelitian PAGEREF _Toc502406088 h 41.4Kegunaan Penelitian PAGEREF _Toc502406089 h 41.4.1Aspek Pengembangan Ilmu PAGEREF _Toc502406090 h 41.4.2Aspek Praktis PAGEREF _Toc502406091 h 4BAB IIKAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PAGEREF _Toc502406092 h 52.1Kajian Pustaka PAGEREF _Toc502406093 h 52.1.1Return Saham PAGEREF _Toc502406094 h 52.1.2Likuiditas PAGEREF _Toc502406095 h 82.1.3Profitabilitas PAGEREF _Toc502406096 h 112.2Kerangka Pemikiran PAGEREF _Toc502406097 h 142.3Hipotesis PAGEREF _Toc502406098 h 15BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN PAGEREF _Toc502406099 h 163.1Metode Penelitian PAGEREF _Toc502406100 h 163.2Operasional Variabel PAGEREF _Toc502406101 h 163.3Populasi dan Sampel PAGEREF _Toc502406102 h 173.3.1Populasi PAGEREF _Toc502406103 h 173.3.2Sampel PAGEREF _Toc502406104 h 183.4Uji Instrumen PAGEREF _Toc502406105 h 183.5Metode Analisis Data PAGEREF _Toc502406106 h 193.5.1Uji Asumsi Klasik PAGEREF _Toc502406107 h 193.5.2Analisis Regresi Berganda PAGEREF _Toc502406108 h 203.6Pengujian Hipotesis PAGEREF _Toc502406109 h 213.6.1Uji t (Parsial) PAGEREF _Toc502406110 h 213.6.2Koefisien Determinasi (R2) PAGEREF _Toc502406111 h 21DAFTAR PUSTAKA PAGEREF _Toc502406112 h 22

DAFTAR TABEL TOC h z c “Tabel 3.” Tabel 3. 1 Operasional Variabel PAGEREF _Toc502406114 h 17

DAFTAR GAMBAR TOC h z c “Gambar 2.” Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran PAGEREF _Toc502406132 h 15
PENDAHULUANLatar Belakang PenelitianPada era globalisasi saat ini, perkembangan kondisi perekonomian yang semakin pesat dan persaingan yang semakin ketat dalam pasar modal merupakan suatu tantangan dan peluang bagi setiap pengusaha untuk melakukan pengembangan usahanya. Hal ini menuntut perusahaan untuk dapat terus memaksimalkan hasil usahanya agar tetap memiliki kemampuan daya saing yang kuat didalam bisnis pasar modal. Perkembangan suatu perusahaan tidak terlepas dari investor yang menginvestasikan dananya untuk mendapatkan dana di pasar modal.
BEI menyeleksi dan mengelompokkan saham berdasarkan sektor industrinya untuk memudahkan analisis perkembangan usaha. Salah satu sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif adalah sektor industri Property dan Real Estate. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah emiten sektor property dan real estate yang cukup besar.

Perkembangan pasar modal di Indonesia ditandai dengan banyaknya investor yang mulai menanamkan sahamnya dalam industri real estate dan property. Semakin pesatnya perkembangan sektor properti ini diikuti dengan semakin tingginya permintaan akan kebutuhan papan, sehingga membuat para emiten properti membutuhkan dana dari luar.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih saham yang akan diinvestasikan. Tujuan utama dari aktivitas di pasar modal adalah untuk memperoleh keuntungan (return). Para investor menggunakan berbagai cara untuk memperoleh return yang diharapkan, baik melalui teknik analisis fundamental sendiri terhadap perdagangan saham, maupun dengan menggunakan saran yang diberikan oleh para analis pasar modal seperti broker, dealer, manajer investasi dan lain-lain. Tujuan investor menginvestasikan dananya kepada suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan return dengan tidak mengabaikan risiko yang akan dihadapinya. Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor untuk melakukan investasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung resiko atas investasi dana yang dilakukannya.
Bisnis property saat ini memberikan peluang dan kesempatan yang cukup terbuka bebas untuk berkembang. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain, pengadaan rumah selalu kurang dibanding kebutuhan rumah masyarakat, tingkat suku bunga KPR yang relatif rendah dan cenderung tidak stabil. KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yaitu produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. Terbukanya peluang tersebut, akan menjadi suatu kesempatan untuk mengundang para investor asing maupun domestik untuk dapat berinvestasi didalam negeri, sehingga dana akan mengalir ke Indonesia melalui penanaman modal asing tersebut, dan dapat memberikan profit untuk membantu pertumbuhan bisnis real estate di Indonesia.

Fenomena paling menarik dari bisnis property Indonesia kini ialah pembangunan superblock. Superblock adalah suatu kawasan di konteks urban yang dirancang secara terpadu dan terintegrasi, berdensitas cukup dalam konteks tata guna yang bersifat campuran (Ridwan Kamil 2008-2009). Walaupun harus mengeluarkan dana investasi lebih besar dibandingkan dengan membangun perumahan biasa, pengembang semakin agresif mengembangkan kawasan superblock. Langkah pengembang itu karena kawasan terpadu memang memiliki daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan perumahan biasa lainnya. Apalagi kenaikan harganya juga jauh lebih tinggi. Kemacetan di kota besar yang semakin parah membuat masyarakat membutuhkan sebuah kota (kawasan terpadu) yang dapat menampung aktivitas penghuninya.

Penelitian ini mengamati laporan keuangan perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai objek penelitian untuk periode 2012-2016. Alasan penulis memilih perusahaan ini karena perusahaan Property dan Real Estate memiliki prospek yang cerah di masa yang akan datang dengan melihat potensi jumlah penduduk yang terus bertambah besar, semakin banyaknya perusahaan yang pembangunan pada sektor perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran yang membuat para investor lebih tertarik untuk menginvestasikan dananya sehingga perkembangan perdagangan saham diperkirakan akan terus meningkat. Selain itu, dengan adanya pembangunan superblock yang memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan perumahan biasa, kenaikan harganya juga lebih tinggi.

Faktor lain yang mempengaruhi return suatu investasi saham adalah faktor internal perusahaan. Faktor internal yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current ratio (CR) dan Return On Asset (ROA). Rasio profitabilitas yang digunakan untuk memprediksi harga saham atau return saham adalah return on asset (ROA) atau return on investment (ROI). Return On Asset (ROA) atau sama dengan ROI biasanya digunakan untuk mengukur seberapa efektifnya suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan cara memanfaatkan aset yang dimilikinya. Jika nilai Return On Asset (ROA) semakin meningkat, maka perusahaan tersebut dalam keadaan baik atau sehat, karena tingkat pengembalian semakin tinggi.
Likuiditas perusahaan merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih berarti perusahaan tersebut dalam keadaan likuid, sebaliknya jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih maka perusahaan itu dalam keadaan tidak likuid. Adapun rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current Ratio (CR). Current Ratio (CR) adalah rasio yang digunakan untuk membandingkan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Semakin besar nilai current ratio yang dimiliki maka semakin besar pula perusahaan mampu memenuhi kewajibannya.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2012-2016”.

Identifikasi MasalahPermasalahan berdasarkan latar belakang penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Total aktiva lancar berbanding tinggi atau rendah dengan hutang lancar (current ratio) untuk pengembalian dalam bentuk keuntungan saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016.

Tinggi rendahnya potensi profit pendapatan, aset dan juga modal saham (return on assets) untuk pengembalian dalam bentuk keuntungan saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016.

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih mendalam maka penulis membatasi variabelnya. Penulis membatasi hanya berkaitan dengan “rasio likuiditas dan rasio profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016. Return saham dipilih karena peningkatan feedback atau pengembalian saham akan membawa kemajuan bagi perusahaan.

Berdasarkan identifikasi masalah penelitian yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang ditemukan oleh penulis dalam penelitian ini, yaitu :
Apakah terdapat pengaruh Current Ratio (CR) terhadap return saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016 ?
Apakah terdapat pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap return saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016 ?
Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dan tujuan penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya hal-hal yang dianggap perlu untuk diteliti lebih lanjut, yang berhubungan dengan pengaruh CR dan ROA terhadap return saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016 ini adalah sebagai berikut:
Untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) terhadap return saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016.

Untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap return saham pada perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016.

Kegunaan PenelitianAspek Pengembangan IlmuPenelitian tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia. Khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi ini. Pentingnya dalam suatu penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal sehingga penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran. Pengembangan ilmu bagi perguruan tinggi, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk dijadikan acuan bagi sivitas akademika.

Aspek PraktisHasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan di dalam pengambilan keputusan dalam bidang keuangan terutama dalam rangka memaksimumkan kinerja perusahaan dan pemegang saham, sehingga saham perusahaannya dapat terus bertahan dan mempunyai return yang besar. Memberikan informasi dan referensi tambahan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama sebagai input dalam perhitungan proyeksi tingkat pengembalian saham pada masa yang akan datang.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESISKajian PustakaReturn SahamInvestor melakukan investasi dengan harapan mendapatkan tingkat pengemballian (return) yang besar dari investasi yang dilakukannya. Tandelilin (2010:102) mengatakan bahwa salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi adalah return atau pengembaliannya, dan return merupakan imbalan atas keberanian investor yang menanggung resiko akan investasi yang dilakukannya.

Pengertian Saham
Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham. Saham merupakan salah satu jenis efek yang paling populer diantara surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk memerlukan pendanaan yang mendesak untuk perusahaan. Di sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang sangat menarik.

Beberapa pengertian saham menurut para ahli sebagai berikut :
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). (www.idx.co.id)
Saham biasa (commond stock) merupakan bentuk penyertaan (kepemilikan) terhadap suatu perusahaan.Wujud kepemilikan (penyertaan) bahwa para pemegang saham memiliki seperangkat hak seperti hak bersuara dalam RUPS, residual claim dan sejenisnya. Kepemilikan saham pada suatu perusahaan ditunjukan dengan sertifikat kepemilikan saham (Tandelilin, Eduardus,2010).

Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian saham adalah surat berharga yang merupakan tanda bukti penyertaan modal dalam suatu perusahaan berbentuk perseroan terbatas dimana pemilik (emiten) memiliki hak atas klaim pendapatan perusahaan dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jenis-jenis Saham
Menurut Jogiyanto (2013:141), mengemukakan bahwa jenis-jenis saham dibagi menjadi dua, yaitu :
Saham biasa (commont stock)
Pada umumnya perusahaan mengeluarkan satu kelas saham yaitu saham biasa. Pemegang saham yaitu salah satu pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan.
Saham preferen (preferrend stock)
Saham preferen mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Seperti bond yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen. Seperti halnya saham biasa, dalam hal likuidasi klaim pemegang saham preferen dibawah klaim pemegang obligasi.

Pengertian Return Saham
Pada dasarnya return saham merupakan suatu keuntungan yang diharapkan dalam investasi saham dimasa yang akan datang, karena investor dan calon investor menngharapkan suatu keuntungan untuk meningkatkan kekayaan yang dimilikinya, meskipun harus dengan mengeluarkan resiko yang besar.

Berbagai pengertian return saham yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
Menurut Jogiyanto (2013:235), return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi.

Menurut Brigham dan Houston (2006:215), return atau tingkat penngembalian adalah selisih antara jumlah yang diterima dengan jumlah yang diinvestasikan, dibagi dengan jumlah yang diinvestasikan.

Berdasarkan definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa return saham merupakan suatu hasil yang diperoleh atau selisih antara jumlah yang diterima dengan jumlah yang diinvestasikan dibagi dengan jumlah yang diinvestasikan dari kegiatan menjual atau membeli suatu saham.

Jenis-jenis Return Saham
Menurut Jogiyanto (2013:235), return saham dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
Return Realisasian (realized return)
Merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi dihitung dengan menggunakan data histories. Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan. Return realisasi juga berguna dalam penentuan return ekspektasi dan resiko yang akan datang.

Return Ekspektasian (expected return)
Adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor dimasa yang akan datang. Return realisasian yang sifatnya sudah terjadi, sedangkan return ekspektasian sifatnya belum terjadi.

Pengukuran Return Saham
Capital gain (loss) merupakan selisih harga investasi sekarang dengan harga periode yang lalu. Capital gain selisih antara harga jual dan harga beli saham per lembar dibagi dengan harga beli (Zubir, 2011):

harga jual – harga beli
Return =
harga beli
Deviden Yield merupakan presentase dari penerimaan kas periodik terhadap harga investasi dalam periode tertentu dari suatu investasi. Yield pada saham adalah presentase deviden terhadap harga saham periode sebelumnya. Sedangkan untuk obligasi, yield adalah presentase bunga pinjaman yang diperoleh terhadap harga obligasi periode sebelumnya.
Dividend Yield merupakan dividen per lembar dibagi dengan harga beli saham per lembar (Zubir, 2011):

Dividen perlembar
Dividen Yield =
Harga beli saham per lembar

Sehingga return total dapat dirumuskan sebagai berikut (Zubir, 2011):
(harga jual-harga beli) + dividen
Rate of return saham =
Harga beli

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return Saham
Menurut Samsul (2006:200), faktor-faktor yang mempengaruhi return saham terdiri atas faktor makro dan faktor mikro.

Faktor makro yaitu faktor yang berada di luar perusahaan, yaitu :
Faktor makro ekonomi yang meliputi tingkat bunga umum domestik tingkat inflasi, kurs valuta asing dan kondisi ekonomi internasional.

Faktor non ekonomi yang meliputi peristiwa politik dalam negeri, peristiwa politik luar negeri, peperangan, demonstrasi massa dan kasus lingkungan hidup.

Faktor mikro yaitu faktor yang berada di dalam perusahaan itu sendiri, yaitu:
Laba bersih per saham
Nilai buku per saham
Rasio utang terhadap ekuitas
Dan rasio keuangan lainnya.

Dalam penelitian ini mencoba menganalisa dan menguji faktor-faktor yang mempengaruhi return saham dari faktor internal (mikro), yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menganalisa rasio keuangan likuiditas dan profitabilitas. Dari banyaknya rasio pengukuran likuiditas dan profitabilitas, peneliti memilih untuk menggunakan Current Ratio (CR) dan Return On assets (ROA).

Likuiditas
Pengertian Likuiditas
Beberapa pengertian likuiditas menurut para ahli, sebagai berikut:
Menurut Fahmi (2013:65) rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah “kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu”. Contoh membayar listrik, telefon, air PDAM, gaji karyawan, gaji teknisi, gaji lembur, tagihan telepon, dan sebagainya.

Menurut Harahap (2015:301) rasio likuiditas adalah “menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya”.

Menurut Wira (2015:90) rasio likuiditas adalah “rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek”.

Dari definisi rasio likuiditas menurut para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa likuiditas adalah pengukuran kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia.

2.1.2.2Jenis-jenis Likuiditas
Rasio likuiditas dapat dibagi ke dalam empat jenis, yaitu:
Current Ratio (CR)
Rasio lancar atau Current Ratio (CR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat di tagih secara keseluruhan (Kasmir, 2016:134).

Quick Ratio
Menurut Kasmir (2012:136), Quick Ratio merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi, membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory).

Cash Ratio
Menurut Kasmir (2012:138) Rasio kas atau (cash ratio) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank (yang dapat ditarik setiap saat).

Working Capital To Total Assets Ratio
Working Capital To Total Assets Ratio (WCTA ratio) adalah likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. Modal kerja yang dimaksud disini adalah modal kerja neto, yaitu sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk menbiayai operasinya perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya (Bambang Riyanto, 2008).

Pengertian Current Ratio
Current ratio merupakan rasio keuangan yang menunjukkan proporsi aktiva lancar terhadap kewajiban lancar. Rasio saat ini digunakan sebagai indikator likuiditas suatu perusahaan.

Beberapa pengertian current ratio menurut para ahli, sebagai berikut:
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2011:301), Current Ratio merupakan rasio yang menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.

Menurut Fahmi (2013:66) Current Ratio (CR) adalah “ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka pendek, kemampuan suatu perusahaan memenuhi kebutuhan utang ketika jatuh tempo”.

Rasio lancar atau Current Ratio (CR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat di tagih secara keseluruhan (Kasmir, 2016:134).

Dari penjelasan ketiga tokoh tersebut dapat disimpulkan current ratio merupakan rasio keuangan yang menentukan suatu perusahaan mampu memenuhi kewajibannya ketika jatuh tempo dilihat dari aktiva lancarnya.

Rasio lancar (current ratio) dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Current ratio merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek, oleh karena rasio tersebut menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditur jangka pendek dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo hutang (Brigham dan Houston, 2006:134), semakin tinggi current ratio berarti semakin besar kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

Pengukuran Menghitung Current Ratio
Rumus untuk mencari rasio lancar atau current ratio adalah sebagai berikut :

Current Assets
Current Ratio = X 100%
Current Liabilities

Pada laporan keuangan telah diketahui aktiva lancar dan hutang lancar yang dimiliki oleh setiap perusahaan pada setiap tahunnya, sehingga memudahkan peneliti untuk menghitung CR.
Pengaruh CR Terhadap Return Saham
Semakin besar current ratio yang dimiliki menunjukkan besarnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya terutama modal kerja yang sangat penting untuk menjaga performance harga saham. Hal ini dapat memberikan keyakinan kepada investor untuk memiliki saham perusahaan tersebut sehingga dapat meningkatkan return saham.

Current ratio yang rendah akan menyebabkan terjadi penurunan harga pasar dari harga saham yang bersangkutan. Sebaliknya current ratio terlalu tinggi juga belum tentu baik, karena pada kondisi tertentu hal tersebut menunjukkan banyak dana perusahaan yang menganggur (aktivitas sedikit) yang akhirnya dapat mengurangi kemampuan perusahaan. Current ratio yang tinggi dapat disebabkan adanya piutang yang tidak tertagih dan persediaan yang belum terjual, yang tentunya mengakibatkan penggunaan secara cepat untuk membayar hutang. Disisi lain perusahaan yang memiliki aktiva lancar yang tinggi akan lebih cenderung memiliki aset lainnya yang dapat dicairkan sewaktu-waktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya (menjual efek). Perusahaan dengan posisi tersebut seringkali terganggu likuiditasnya, sehingga investor lebih menyukai untuk membeli saham-saham perusahaan dengan nilai aktiva lancar yang tinggi dibandingkan perusahaan dengan nilai aktiva lancar rendah.
Saham dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan mempermudah investor untuk membeli dan menjual saham tersebut namun current ratio yang tinggi belum tentu menjamin akan dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan apabila terdapat saldo kas yang berlebihan, jumlah piutang dan persediaan terlalu besar. Hal ini menunjukkan bahwa investor akan memperoleh return yang lebih rendah jika kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Profitabilitas
2.1.3.1Pengertian Profitabilitas
Beberapa definisi profitabilitas menurut para ahli sebagai berikut:
Kasmir (2016:196) rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan sejauh mana perusahaan dalam memperoleh keuntungannya.

Harahap (2015:304) rasio profitabilitas adalah menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.
Fahmi (2015:135) rasio profitabilitas yaitu rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dari penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.

Dari penjelasan para ahli mengenai rasio profitabilitas di atas maka dapat diringkas bahwa rasio profitabilitas adalah rasio untuk menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mencari laba atau keuntungan dari hasil penjualan produk atau investasinya.

2.1.3.2Jenis-jenis Profitabilitas
Rasio profitabilitas dapat dibagi ke dalam empat jenis, yaitu:
Gross Profit Margin
Rasio gross profit margin merupakan margin laba kotor. Mengenai gross profit margin Lyn M. Fraser dan Aileen Ormiston dalam buku Irham Fahmi (2015 : 136) memberikan pendapatnya yaitu, “Margin laba kotor, yang memperlihatkan hubungan antara penjualan dan beban pokok penjualan, mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk mengendalikan biaya persediaan atau biaya operasi barang maupun untuk meneruskan kenaikan harga lewat penjualan kepada pelanggan”.

Operating Ratio
Operating ratio menunjukan berapa biaya yang dikorbankan dalam penjualan atau berupa biaya yang dikeluarkan dalam penjualan. Operating Ratio mencermikan tingkat efisiensi perusahaa sehingga rasio yang tinggi menjukkan keadaan yang kurang baik.

Net Profit Margin
Rasio net profit margin disebut juga dengan rasio pendapatan terhadap penjualan. Mengenai profit margin ini Joel G. Siegel dan Jae K. Shim dalam buku Irham Fahmi (2015:136) mengatakan “Margin laba kotor sama dengan laba kotor dibagi laba bersih. Margin laba yang tinggi lebih disukai karena menunjukkan bahwa perusahaan mendapat hasil yang baik yang melebihi harga pokok penjualan”.

Return On Assets
Menurut Irham Fahmi (2015:137) Rasio return on investment (ROI) atau pengembalian investasi, bahwa di beberapa referensi lainnya rasio ini juga ditulis dengan return on total asset (ROA). Rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.
Pengertian Return On Assets (ROA)
Return On Asset (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan.

Beberapa pengertian ROA menurut para ahli sebagai berikut:
Kasmir (2014:201), Return On Assets yaitu rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan.

Fahmi (2012:98), Return On Assets melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan dan investasi tersebut sebenarnya sama dengan aset perusahaan yang ditanamkan atau ditempatkan.

Eduardus Tandelilin (2010:372), Return On Asset yaitu rasio yang menggambarkan sejauh mana kemampuan aset yang dimiliki perusahaan dapat menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Return On Assets merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghsilkan suatu keuntungan atau laba.

Return On Assets (ROA) merupakan perkalian anatara faktor margin laba dengan perputaran total aktiva. Margin laba menunjukkan kemampuan memperoleh laba bersih dari setiap penjualan yang diciptakan oleh perusahaan, sedangkan perputaran total aktiva menunjukkan seberapa jauh perusahaan mampu menciptakan penjualan dari total aktiva yang dimilikinya. Jika salah satu faktor tersebut meningkat atau keduanya, maka ROA juga akan meningkat. Apabila ROA meningkat berarti profitabilitas perusahaan juga meningkat, sehingga dampaknya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham.

Pengukuran Menghitung ROA
Laba setelah pajak
ROA= x 100%
Jumlah aktiva
Rumus untuk mencari rasio Return On Assets dapat digunakan sebagai berikut:

Pada laporan keuangan telah diketahui laba setelah pajak dengan total aktiva yang dimiliki oleh setiap perusahaan pada setiap tahunnya, sehingga memudahkan peneliti untuk menghitung ROA. Rumus tersebut juga banyak digunakan oleh para peneliti lain.

Pengaruh ROA Terhadap Return Saham
Jika hasil ROA yang semakin meningkat yang menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin baik maka para pemegang saham akan memperoleh keuntungan dari deviden yang diterima semakin meningkat. Dengan semakin meningkatnya deviden yang akan diterima oleh para pemegang saham, merupakan daya tarik bagi para investor dan atau calon investor untuk menanamkan dananya ke perusahaan tersebut. Dengan semakin tingginya daya tarik tersebut maka banyak pula investor yang menginginkan saham perusahaan tersebut. Jika permintaan saham suatu perusahaan semakin banyak maka harga sahamnya akan meningkat. Dengan meningkatnya harga saham maka return yang diperoleh investor dari saham tersebut juga meningkat. Hal ini disebabkan karena return merupakan selisih antara harga saham periode saat ini dengan harga saham sebelumnya.
Kerangka PemikiranDari penjelasan teoritis maka yang menjadi variabel-variabel didalam penelitian ini adalah Current Ratio dan Return On Assets sebagai variabel independen (bebas) dan Return Saham sebagai variabel dependen (variabel terikat). Sehingga kerangka pikir yang terbentuk adalah sebagai berikut:

Gambar 2. SEQ Gambar_2. * ARABIC 1 Kerangka Pemikiran

H1
H2
Current Ratio
(X1)

Return Saham
(Y)

Return On Assets
(X2)

HipotesisMenurut Sugiyono (2016:284) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berfikir.

Berdasarkan uraian kerangka teori atau pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
H?: Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap return saham
H2: Return On Assets (ROA) berpengaruh terhadap return saham
METODOLOGI PENELITIANMetode PenelitianPenelitian ini menggunakan statistik deskriptif, adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2016:147). Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini agar variabel-variabel tersebut dapat lebih jelas dan mudah dipahami.
Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa polling data untuk semua variabel yaitu Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA) dan Return Saham industri Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data sekunder ini diperoleh dengan metode pengamatan saham-saham yang terdaftar selama periode 2012 sampai 2016. Data Current Ratio (CR), Return On Assets (ROA) dan Return Saham diperoleh dari www.idx.co.id dengan periode waktu tahunan periode 2012 sampai 2016.

Operasional Variabel
Current Ratio (CR)
Current Ratio (CR) merupakan ratio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar, Syamsuddin (2011:43).

Return On Assets (ROA)
Return On Assets (ROA) merupakan rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.

Return saham
Return saham dalam hal ini dividen yield. Dividen yield merupakan dividen per lembr dibagi dengan harga beli saham per lembar, berdasarkan rumus Zubir (2014: 4). Secara ringkas definisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan didalam penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 3. SEQ Tabel_3. * ARABIC 1 Operasional Variabel
No. Variabel Pengertian Skala Pengukuran
1. Current Ratio (CR) Rasio yang membandingkan antara aktiva dengan utang lancar Rasio
Current Assets
CR = x 100%
Current Liabilities
2. Return On Assets (ROA) Rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Rasio
Laba Setelah Pajak
ROA = x 100%
Jumlah Aktiva
3. Return Saham Return saham adalah dividen per lembar dibagi dengan harga beli saham per lembar. Rasio Dividen per lembar
Yield =
Harga beli saham per lembar
Populasi dan SampelPopulasiMenurut sugiyono (2016:80), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lalu ditarik kesimpulannya.

Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah laporan-laporan informasi keuangan pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2012-2016.

SampelMenurut Sugiyono (2016:81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode teknik purposive sampling.

Metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan memilih sumber data berdasarkan kriteria-kriteria serta berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012-2016.

Perusahaan Property dan Real Estate yang mengeluarkan data laporan keuangan untuk periode 2012-2016 yang tersedia dalam situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan Property dan Real Estate yang diteliti masih beroperasi selama periode 2012-2016.

Uji InstrumenSesuai dengan jenis data yang diperlukan yaitu data sekunder dan sampel yang digunakan, maka metode pengumpulan data digunakan dengan teknik dokumentasi yang didasarkan pada Laporan Keuangan Tahunan (Annual Report) pada Perusahaan Property dan Real Estate yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia melalui IDX periode tahun 2012-2016.
Data return sahan (yield), Current Ratio (CR) dan Return On Assets (ROA) diperoleh dengan mengutip secara langsung dari IDX. Dan juga mengumpulkan data dari buku-buku dan sumber-sumber yang relevan yang berkaitan dengan peristiwa dalam penelitian ini yaitu jurnal-jurnal, internet, maupun penelitian lainnya.

Metode Analisis DataUji Asumsi KlasikPengujian asumsi klasik yang digunakan yaitu: uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, atau pun rasio. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0,05. (Priyatno: 2010)
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Suatu model persamaan regresi harus bebas dari gejala multikolinearitas yang berarti tidak terdapat korelasi yang kuat antara variabel independen yang satu dengan variabel independen lainnya dalam suatu model persamaan regresi. Pengujian asumsi multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai variance inflation factor (VIF) dan nilai tolerance value-nya. Suatu model persamaan regresi dikatakan bebas dari gejala multikolinearitas, apabila nilai dari variance inflation factor (VIF) di bawah 10 dan nilai tolerance value-nya di atas 0,10. (Priyatno: 2010)
Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah keadaan dimana terjadinya korelasi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Model regresi yang baik adalah yang bebas autokorelasi. Metode pengujian menggunakan uji Durbin-Watson (uji DW). (Priyatno: 2010)
Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah :
Jika d lebih kecil dari dl atau lebih besar dari (4-dl), maka hipotesis nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi.

Jika d terletak antara du dan (4-du), maka hipotesis nol akan diterima, yang artinya tidak ada autokorelasi.

Jika d terletak antara dl dan du atau di antara (4-du) dan (4-dl), maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedasitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidak ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatn pada model regresi. Syarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya masalah heteroskedastisitas.

Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan di antaranya, yaitu Uji Spearman’s rho, Uji Glejser, Uji Park, dan melihat pola grafik regresi. Pada Uji Spearman’s rho, jika signifikansi korelasi kurang dari 0,05 maka pada model regresi terjadi masalah heteroskedastisitas. (Priyatno: 2010)
Analisis Regresi BergandaRegresi adalah metode statistik untuk mengguji hubungan antara satu variabel terikat (metrik) dan satu lebih variabel bebas (metrik). Variabel metrik adalah variabel yang diukur dengan skala interval dan rasio (Imam Ghozali, 2006).

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan variabel dependen yanng digunakan adalah Return Saham dan variabel independennya adalah Current Ratio (CR) dan Return On Assets (ROA). Dengan alat bantu SPSS, fungsi regresi dirumuskan sebafai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Dimana :
a = Konstanta
b1 – b2= Koefisien regresi, yaitu besarnya perubahan variabel terikat dikarenakan
perubahan setiap variabel bebas
Y= Return Saham
X1= Current Ratio
X2 = Return On Assets
e= error
Pengujian Hipotesis
Uji t (Parsial)Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara parsial dalam menerangkan variabel dependen.

Jika nilai signifikan t < 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan) atau nilai probabilitas /2 < ?/2 (2,5%)
Jika nilai signifikan t > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan) atau nilai probabilitas /2 < ?/2 (2,5%)
Koefisien Determinasi (R2)Koefisien determinansi (R2) digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar persentase variasi variabel dependen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel independen. R² sama dengan 0, maka tidak ada sedikit pun prosentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen. R² sama dengan 1, maka persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna.

DAFTAR PUSTAKARatna Prihantini. (2009). Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, Roa, Der Dan Cr Terhadap Return Saham (Studi Kasus Saham Industri Real Estate And Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003 – 2006). Tesis. Universitas Diponegoro. Online
Tersedia :
http://eprints.undip.ac.id/18720/ 7 Oktober 2017
Ridwan Kamil. (2008-2009). Blog Teknik Planologi. Online
Tersedia :
http://www.radarplanologi.com/2015/10/perencanaan-superblock-city.html?m=17 Oktober 2017
Pengertian KPR. Rumah.com. Online
http://www.rumah.com/panduan-dan-referensi/membeli-rumah/apa-itu-kpr 17 November 2017
Harahap, Sofyan Syafri. (2011).Pengertian CR. Online
Tersedia :
https://googleeweblight.com/?lite_url=https://datakata.wordpress.com/2014/11/28/rasio-keuangan/&ei=zhMhQtqy&lc=id-ID&s=1&m=470&host=www.google.com&ts=1510992259&sig=ANTY_L3pqIzVqlUpuqIbdPFg4G1qXPa0TA 17 November 2017
Tandelilin, Eduardus. (2010). Pengertian ROA. Online
Tersedia :
www.google.co.id 17 November 2017
Kasmir. (2014). Pengertian ROA. Online
Tersedia :
www.google.co.id 17 November 2017
Fahmi, Irham. (2012). Pengertian ROA. Online
Tersedia : http://www.kajianpustaka.com/2017/08/return-on-assets-roa.html?m=1
17 November 2017
Yulris Thamrin. (2012). Analisis Current Ratio (Cr) Dan Debt Equity Ratio (Der) Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar. Online
Tersedia :
www.google.co.id 7 Oktober 2017